SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition.
SCADA merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan informasi atau
data-data dari lapangan dan kemudian mengirimkan-nya ke sebuah komputer
pusat yang akan mengatur dan mengontrol data-data tersbut. Sistem SCADA
tidak hanya digunakan dalam proses-proses industri, misalnya, pabrik
baja, pembangkit dan pendistribusian tenaga listrik (konvensional maupun
nuklir), pabrik kimia, tetapi juga pada beberapa fasilitas eksperimen
seperti fusi nuklir. Dari sudut pandang SCADA, ukuran pabrik atau sistem
proses mulai dar 1.000an hingga 10.000an I/O (luara/masukan), namun
saat ini sistem SCADA sudah bisa menangani hingga ratusan ribu I/O.
Ada
banyak bagian dalam sebuah sistem SCADA. Sebuah sistem SCADA biasanya
memiliki perangkat keras sinyal untuk memperoleh dan mengirimkan I/O,
kontroler, jaringan, antarmuka pengguna dalam bentuk HMI (Human Machine
Interface), piranti komunikasi dan beberapa perangkat lunak pendukung.
Semua itu menjadi satu sistem, istilah SCADA merujuk pada sistem pusat
keseluruhan. Sistem pusat ini biasanya melakukan pemantauan data-data
dari berbagai macam sensor di lapangan atau bahkan dari tempat2 yang
lebih jauh lagi (remote locations).
Sistem pemantauan dan kontrol
industri biasanya terdiri dari sebuah host pusat atau master (biasa
dinamakan sebagai master station, master terminal unit atau MTU), satu
atau lebih unit-unit pengumpul dan kontrol data lapangan (biasa
dinamakan remote stattion, remoter terminal unit atau RTU) dan
sekumpulan perangkat lunak standar maupun customized yang digunakan
untuk memantau dan mengontrol elemen-elemen data-data di lapangan.
Sebagian besar sistem SCADA banyak memiliki karakteristik kontrol
kalang-terbuka (open-loop) dan banyak menggunakan komunikasi jarak jauh,
walaupun demikian ada beberapa elemen merupakan kontrol kalang-tertutup
(closed-loop) dan/atau menggunakan komunikasi jarak dekat.
Sistem
yang mirip dengan sistem SCADA juga bisa kita jumpai di beberapa pabrik
proses, perawatan dan lain-lain. Sistem ini dinamakan DCS (Distributed
Control Systems). DCS memiliki fungsi yang mirip dengan SCADA, tetapi
unit pengumpul dan pengontrol data biasanya ditempatkan pada beberapa
area terbatas. Komunikasinya bisa menggunakan jaringan lokal (LAN),
handal dan berkecepatan tinggi.
SCADA Pada Sistem Tenaga Listrik
Fasilitas
SCADA diperlukan untuk melaksanakan pengusahaan tenaga listrik terutama
pengendalian operasi secara realtime. Suatu sistem SCADA terdiri dari
sejumlah RTU (Remote Terminal Unit), sebuah Master Station / RCC (Region
Control Center), dan jaringan telekomunikasi data antara RTU dan Master
Station. RTU dipasang di setiap Gardu Induk atau Pusat Pembangkit yang
hendak dipantau. RTU ini bertugas untuk mengetahui setiap kondisi
peralatan tegangan tinggi melalui pengumpulan besaran-besaran listrik,
status peralatan, dan sinyal alarm yang kemudian diteruskan ke RCC
melalui jaringan telekomunikasi data. RTU juga dapat menerima dan
melaksanakan perintah untuk merubah status peralatan tegangan tinggi
melalui sinyal-sinyal perintah yang dikirim dari RCC.
Dengan
sistem SCADA maka Dispatcher dapat mendapatkan data dengan cepat setiap
saat (real time) bila diperlukan, disamping itu SCADA dapat dengan cepat
memberikan peringatan pada Dispatcher bila terjadi gangguan pada
sistem, sehingga gangguan dapat dengan mudah dan cepat diatasi /
dinormalkan. Data yang dapat diamati berupa kondisi ON / OFF peralatan
transmisi daya, kondisi sistem SCADA sendiri, dan juga kondisi tegangan
dan arus pada setiap bagian di komponen transmisi. Setiap kondisi
memiliki indikator berbeda, bahkan apabila terdapat indikasi yang tidak
valid maka operator akan dapat megetahui dengan mudah.
Fungsi
kendali pengawasan mengacu pada operasi peralatan dari jarak jauh,
seperti switching circuit breaker, pengiriman sinyal balik untuk
menunjukkan atau mengindikasikan kalau operasi yang diinginkan telah
berjalan efektif. Sebagai contoh pengawasan dilakukan dengan menggunakan
indikasi lampu, jika lampu hijau menyala menunjukkan peralatan yang
terbuka (open), sedang lampu merah menunjukkan bahwa peralatan tertutup
(close), atau dapat menampilkan kondisi tidak valid yaitu kondisi yang
tidak diketahui apakah open atau close. Saat RTU melakukan operasi
kendali seperti membuka circuit breaker, perubahan dari lampu merah
menjadi hijau pada pusat kendali menunjukkan bahwa operasi berjalan
dengan sukses.
Operasi pengawasan disini memakai metode
pemindaian (scanning) secara berurutan dari RTU-RTU yang terdapat pada
Gardu Induk-Gardu Induk. Sistem ini mampu mengontrol beberapa RTU dengan
banyak peralatan pada tiap RTU hanya dengan satu Master Station. Lebih
lanjut, sistem ini juga mampu mengirim dari jarak jauh data-data hasil
pengukuran oleh RTU ke Master Station, seperti data analog frekuensi,
tegangan, daya dan besaran-besaran lain yang dibutuhkan untuk
keseluruhan / kekomplitan operasi pengawasan .
Keuntungan sistem
SCADA lainnya ialah kemampuan dalam membatasi jumlah data yang
ditransfer antar Master Station dan RTU. Hal ini dilakukan melalui
prosedur yang dikenal sebagai exception reporting dimana hanya data
tertentu yang dikirim pada saat data tersebut mengalami perubahan yang
melebihi batas setting, misalnya nilai frekuensi hanya dapat dianggap
berubah apabila terjadi perubahan sebesar 0,05 Herzt. Jadi apabila
terjadi perubahan yang nilainya sangat kecil maka akan dianggap tidak
terjadi perubahan frekuensi. Hal ini adalah untuk mengantisipasi sifat
histerisis sistem sehingga nilai frekuensi yang sebenarnya dapat dibaca
dengan jelas.
Master Station secara berurutan memindai (scanning)
RTU-RTU dengan mengirimkan pesan pendek pada tiap RTU untuk mengetahui
jika RTU mempunyai informasi yang perlu dilaporkan. Jika RTU mempunyai
sesuatu yang perlu dilaporkan, RTU akan mengirim pesan balik pada Master
Station, dan data akan diterima dan dimasukkan ke dalam memori
komputer. Jika diperlukan, pesan akan dicetak pada mesin printer di
Master Station dan ditampilkan pada layar monitor.
Siklus pindai
membutuhkan waktu relatif pendek, sekitar 7 detik (maksimal 10 detik).
Siklus pindai yaitu pemindaian seluruh remote terminal dalam sistem.
Ketika Master Station memberikan perintah kepada sebuah RTU, maka semua
RTU akan menerima perintah itu, akan tetapi hanya RTU yang alamatnya
sesuai dengan perintah itulah yang akan menjalankannya. Sistem ini
dinamakan dengan sistem polling. Pada pelaksanaannya terdapat waktu
tunda untuk mencegah kesalahan yang berkaitan dengan umur data analog.
Selain
dengan sistem pemindaian, pertukaran data juga dapat terjadi secara
incidental ( segera setelah aksi manuver terjadi ) misalnya terjadi
penutupan switch circuit breaker oleh operator gardu induk, maka RTU
secara otomatis akan segera mengirimkan status CB di gardu induk
tersebut ke Master Station. Dispatcher akan segera mengetahui bahwa CB
telah tertutup.
Ketika operasi dilakukan dari Master Station,
pertama yang dilakukan adalah memastikan peralatan yang dipilih adalah
tepat, kemudian diikuti dengan pemilihan operasi yang akan dilakukan.
Operator pada Master Station melakukan tindakan tersebut berdasar pada
prosedur yang disebut metode “select before execute (SBXC)“, seperti di
bawah ini:
1.) Dispatcher di Master Station memilih RTU.
2.) Dispatcher memilih peralatan yang akan dioperasikan.
3.) Dispatcher mengirim perintah.
4.) Remote Terminal Unit mengetahui peralatan yang hendak dioperasikan.
5.)
Remote Terminal Unit melakukan operasi dan mengirim sinyal balik pada
Master Station ditunjukkan dengan perubahan warna pada layar VDU dan
cetakan pesan pada printer logging.
Prosedur di atas meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan operasi.
Jika
terjadi gangguan pada RTU, pesan akan dikirim dari RTU yang mengalami
gangguan tadi ke Master Station, dan pemindaian yang normal akan
mengalami penundaan yang cukup lama karena Master Station mendahulukan
pesan gangguan dan menyalakan alarm agar operator dapat mengambil
tindakan yang diperlukan secepatnya. Pada saat yang lain, pada
kebanyakan kasus, status semua peralatan pada RTU dapat dimonitor setiap
2 detik, memberikan informasi kondisi sistem yang sedang terjadi pada
operator di Pusat Kendali (RCC).
Hampir semua sistem kendali
pengawasan modern berbasis pada komputer, yang memungkinkan Master
Station terdiri dari komputer digital dengan peralatan masukan keluaran
yang dibutuhkan untuk mengirimkan pesan-pesan kendali ke RTU serta
menerima informasi balik. Informasi yang diterima akan ditampilkan pada
layar VDU dan/atau dicetak pada printer sebagai permanent records. VDU
juga dapat menampilkan informasi grafis seperti diagram satu garis. Pada
RCC (pusat kendali), seluruh status sistem juga ditampilkan pada
Diagram Dinding (mimic board), yang memuat data mengenai aliran daya
pada kondisi saat itu dari RTU.
SCADA
Langganan:
Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar